Berita dan Pengumuman
Wakil Gubernur Jawa Timur Dukung 38 Inovasi Mahasiswa yang Bermanfaat bagi Masyarakat pada Expo KKN UMSURA 2026
- Di Publikasikan Pada: 13 Aug 2026
- Oleh: Admin LRIPM

Surabaya – Expo KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan berbagai inovasi yang lahir dari proses pembelajaran dan pengabdian langsung di tengah masyarakat. Mengusung semangat “Simfoni Inovasi: Berakar Lokal, Berdampak Global”, kegiatan ini menampilkan 38 inovasi mahasiswa yang dikembangkan berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat di berbagai lokasi KKN.
Beragam inovasi yang dipamerkan mencakup bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, teknologi, sosial, hingga pengembangan potensi lokal. Produk dan program tersebut menjadi bentuk nyata upaya mahasiswa dalam mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan persoalan yang ditemui di lapangan.
Kegiatan expo ini mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. Kehadiran beliau menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap peran perguruan tinggi sebagai impact-driven campus yang mampu menghasilkan solusi konkret atas berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di masyarakat.
Dalam peninjauannya ke 38 booth pameran, Emil Dardak berdialog secara interaktif dengan para mahasiswa pengusung inovasi. Beliau melihat secara langsung berbagai produk dan program yang dikembangkan mahasiswa sekaligus berdiskusi mengenai fungsi, manfaat, efisiensi biaya, serta peluang keberlanjutan dari inovasi yang dihasilkan.
Peninjauan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjelaskan secara langsung proses pengembangan inovasi yang dilakukan selama KKN. Mahasiswa tidak hanya mempresentasikan produk yang dihasilkan, tetapi juga menjelaskan permasalahan yang menjadi dasar pengembangan, potensi pemanfaatan, serta peluang agar inovasi dapat terus dikembangkan setelah pelaksanaan KKN berakhir.
“KKN bukan lagi sekadar kegiatan rutin tahunan untuk pemenuhan SKS akademik, melainkan ruang pengujian empati, daya kritis, dan kapasitas intelektual mahasiswa. 38 inovasi yang ditampilkan hari ini membuktikan bahwa mahasiswa UMSURA mampu melihat celah persoalan di desa dan menghadirkan solusi yang terjangkau, aplikatif, serta ramah lingkungan. Pemprov Jatim siap menjembatani agar hasil karya ini dapat dikembangkan dan direplikasi di wilayah yang lebih luas.” Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. (Wakil Gubernur Jawa Timur)
Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk menjadikan KKN sebagai ruang pembelajaran yang lebih luas. Pengalaman selama berada di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami persoalan secara langsung, mengidentifikasi potensi lokal, serta merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
Sebanyak 38 inovasi yang ditampilkan dalam Expo KKN 2026 memperlihatkan keberagaman gagasan mahasiswa dalam merespons berbagai kebutuhan masyarakat. Setiap kelompok mengembangkan inovasi berdasarkan hasil observasi, interaksi, dan proses pendampingan yang dilakukan selama pelaksanaan KKN.
Inovasi yang dihadirkan tidak hanya berorientasi pada penciptaan produk, tetapi juga mempertimbangkan aspek kebermanfaatan, keterjangkauan, kemudahan penerapan, serta peluang keberlanjutan. Hal tersebut sejalan dengan tema KKN 2026, “Simfoni Inovasi: Berakar Lokal, Berdampak Global,” yang mendorong mahasiswa untuk menjadikan potensi dan persoalan lokal sebagai dasar dalam menghasilkan inovasi yang dapat memberikan dampak lebih luas.
Melalui expo ini, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam mempresentasikan karya, menjelaskan manfaat inovasi, menerima masukan, serta berkomunikasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa dalam mengembangkan gagasan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan nyata masyarakat.
Expo KKN UMSURA 2026 juga menjadi momentum untuk mendorong agar inovasi yang telah dihasilkan tidak berhenti setelah program KKN selesai. Produk maupun gagasan yang memiliki potensi pengembangan dapat diarahkan untuk memperoleh pendampingan, penguatan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu peluang strategis untuk memperluas pemanfaatan inovasi mahasiswa. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra diharapkan mampu membuka ruang bagi inovasi yang lahir dari KKN untuk dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Melalui Expo KKN 2026, UMSURA menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi ruang lahirnya berbagai inovasi yang konkret dan relevan. Kehadiran 38 inovasi mahasiswa sekaligus memperlihatkan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai manfaat dan potensi keberlanjutan bagi masyarakat. Semangat “Simfoni Inovasi: Berakar Lokal, Berdampak Global” menjadi bagian dari upaya UMSURA untuk terus mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang inovatif, adaptif, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Author: Fauzy Muhammad