Berita dan Pengumuman

LRIPM UMSURA Selenggarakan Coaching Clinic Hibah Internasional bersama Dosen Curtin University Malaysia

  • Di Publikasikan Pada: 21 Jul 2026
  • Oleh: Admin LRIPM

Surabaya, 14 Juli 2026 – Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRIPM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing penelitian dosen melalui penyelenggaraan Coaching Clinic Penulisan Hibah Internasional. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Edza Aria Wikurendra, dosen Curtin University Malaysia, sebagai narasumber utama yang memberikan pembekalan mengenai strategi memperoleh pendanaan riset internasional melalui penyusunan proposal yang kompetitif dan sesuai dengan standar lembaga donor global.


Kegiatan coaching clinic diikuti oleh dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UMSURA yang memiliki minat untuk mengembangkan penelitian berskala internasional. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknik penyusunan proposal hibah, tetapi juga dibekali strategi membangun riset yang mampu menjawab berbagai isu global melalui pendekatan ilmiah yang terstruktur, kolaboratif, dan berdampak.


Pada sesi awal, Dr. Edza memperkenalkan perjalanan akademik dan pengalaman yang dimilikinya dalam memperoleh berbagai hibah penelitian, mulai dari hibah lokal, proyek bilateral dan regional, hingga menjadi project leader dan anggota konsorsium pada berbagai hibah internasional. Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan memperoleh hibah internasional merupakan proses yang dibangun secara bertahap melalui penguatan rekam jejak penelitian dan jejaring kolaborasi.


Selanjutnya, peserta diajak mengubah pola pikir mengenai hibah internasional melalui pembahasan berbagai mitos yang masih berkembang di kalangan akademisi. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa keberhasilan memperoleh hibah internasional tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan akademik, tingginya indeks sitasi, atau kompleksitas ide penelitian. Sebaliknya, reviewer lebih menilai kesesuaian antara permasalahan yang diangkat, kemampuan tim peneliti, kelayakan metode, serta potensi dampak yang dihasilkan dari penelitian tersebut.


Dalam sesi berikutnya, narasumber menjelaskan bahwa langkah pertama dalam menyusun proposal hibah internasional bukanlah menentukan judul penelitian, melainkan memahami secara mendalam call for proposals yang diterbitkan oleh lembaga pendanaan. Peserta dibimbing untuk menganalisis persyaratan, ruang lingkup pendanaan, target luaran, mekanisme penilaian, hingga kelayakan tim sebelum memutuskan untuk mengikuti suatu skema hibah. Pendekatan tersebut membantu peneliti menentukan apakah suatu peluang hibah layak untuk diajukan atau perlu dipersiapkan lebih lanjut pada kesempatan berikutnya.


Salah satu materi utama dalam coaching clinic adalah bagaimana mengembangkan ide penelitian yang memiliki relevansi internasional. Dr. Edza menjelaskan bahwa permasalahan lokal dapat menjadi penelitian berskala global apabila mampu menunjukkan kontribusi terhadap isu-isu internasional, seperti pembangunan berkelanjutan, kesehatan masyarakat, ekonomi sirkular, perubahan iklim, maupun transformasi kebijakan. Dengan demikian, lokasi penelitian tidak hanya diposisikan sebagai tempat pengambilan data, tetapi sebagai living laboratory yang menghasilkan pengetahuan dan solusi yang dapat diterapkan di berbagai wilayah.


Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai penyusunan problem statement yang kuat dengan pendekatan 4D, yaitu Data, Damage, Deficit, dan Decision . Pendekatan ini membantu peneliti menyusun latar belakang yang berbasis bukti, menjelaskan dampak dari permasalahan, mengidentifikasi kesenjangan penelitian, serta menunjukkan urgensi dilaksanakannya penelitian. Selain itu, narasumber menekankan bahwa novelty tidak hanya berasal dari lokasi penelitian, tetapi dapat dibangun melalui inovasi metode, integrasi berbagai pendekatan, model implementasi, maupun kontribusi terhadap pengembangan kebijakan.


Materi coaching clinic juga membahas penyusunan proposal secara komprehensif, mulai dari perumusan tujuan penelitian yang terukur, penyusunan metodologi yang kredibel, pembagian work packages , hingga pembangunan kemitraan internasional yang saling melengkapi. Dalam membangun konsorsium, setiap mitra diharapkan memiliki peran yang jelas sesuai kompetensi masing-masing sehingga kolaborasi yang dibangun mampu meningkatkan kualitas penelitian dan peluang keberhasilan proposal.


Aspek lain yang menjadi perhatian adalah penyusunan luaran penelitian dan jalur dampak (impact pathway) . Peserta diarahkan untuk tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan berbagai luaran lain seperti dataset, protokol, model, perangkat teknologi, pedoman kebijakan (policy brief) , pelatihan, hingga produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah. Dengan demikian, penelitian diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan setelah proyek selesai dilaksanakan.


Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan studi kasus hibah internasional, penyusunan Grant Idea Canvas , simulasi penyampaian elevator pitch selama 60 detik, serta latihan melakukan penilaian proposal menggunakan reviewer scorecard . Melalui sesi praktik tersebut, peserta dapat mengevaluasi kekuatan dan kelemahan ide penelitian yang sedang dikembangkan sekaligus memperoleh masukan untuk penyempurnaan proposal sebelum diajukan kepada lembaga pendanaan.


Sebagai penutup, narasumber menyampaikan bahwa keberhasilan memperoleh hibah internasional bukan hanya ditentukan oleh kualitas individu peneliti, tetapi juga oleh kesiapan institusi dalam membangun ekosistem riset yang kuat. Mulai dari pemetaan peluang hibah, pengembangan jejaring mitra internasional, pembentukan klinik proposal, proses internal review, hingga penyusunan concept note yang matang merupakan bagian penting dalam membangun budaya riset yang berdaya saing global.

Melalui penyelenggaraan Coaching Clinic Hibah Internasional ini, LRIPM UMSURA berharap semakin banyak dosen yang mampu menghasilkan proposal penelitian berkualitas dan kompetitif pada berbagai skema hibah internasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UMSURA dalam memperkuat jejaring kolaborasi global, meningkatkan produktivitas penelitian, serta menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, masyarakat, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.